Senin, 10 Oktober 2016

CAPACITY BUILDING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA FASILITATOR LOKAL AQUACULTURE IMPROVEMENT PROGRAM MENUJU PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN SECARA BERKELANJUTAN

Capacity building merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan responsivitas dari kinerja seseorang melalui beberapa program yang salah satunya yaitu Aquaculture Improvement Program (AIP). AIP merupakan program perbaikan perikanan budidaya yang dilakukan bersama masyarakat menuju pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan harus melibatkan semua komponen masyarakat baik yang ada di daerah maupun yang ada di pusat. Salah satu komponen masyarakat yang diharapkan dapat membantu mewujudkan program ini yaitu adanya seorang fasilitator lokal. Fasilitator lokal mempunyai peran yang penting dalam upaya pendekatan terhadap para stackholder seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Perusahaan, Perangkat Desa, Pembudidaya dan tokoh masyarakat sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam mengevaluasi kebijakan dan menjalankan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. Selain itu, seorang fasilitaor harus memiliki kemampuan memerdayakan dan menggerakan masyarakt, memiliki ketrampilan berbicara di depan umum, dan mampu memfasilitasi semua jenis kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Dalam upaya peningkatan kinerja fasilitator tersebut, maka pihak WWF Indonesia berkolaborasi dengan mitra lokal LPPSP Semarang untuk melakukan kegiatan capacity building yang tidak hanya untuk kelompok Pembudidaya Ikan Bandeng MURYA tetapi juga kepada fasilitator lokal AIP dan FIP. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 19-21 Agustus 2016 dengan peserta sebanyak 15 orang (6 honorer program aquaculture, 3 orang honorer capture, 1 orang honorer fisheries science, dan 5 orang staf LPPSP Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap yaitu pertama dilakukan secara in class training di Hotel Star Semarang sedangkan tahap kedua kegiatan out bound yang dilakukan di lapangan Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu Jateng. Materi yang diberikan secara in class meliputi Pemberdayaan Masyarakat, Teknis PRA, teknik fasilitasi partisipatif, peran fasilitator, public speaking dan teknik pelaporan. Pemateri dalam kegiatan ini yaitu dari tim LPPSP Semarang (DR. Indra Kertati M.Si, Dr Fadli Rizal Makarim, Drs Harsoyo M.Si). Sedangkan materi yang diberikan saat out bound yaitu berupa beberapa permainan yang masing-masing meiliki makna tersendiri. Permainan tersebut meliputi warming up, mencari bendera, mengelola sumberdaya, memindahkan botol air dan bola, hulahop, roda tank, tembak-tembakan, Kata bersambung, dan Evaluasi.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu bertambahnya kinerja, pengetahuan dan pengalaman fasilitator lokal WWF-ID dalam melakukan pengorganisasian kelompok, mediasi kelompok, dan advokasi ke stakeholder, serta menambah pengalaman fasilitator lokal  dalam melakukan kegiatan capacity building untuk kelompok dampingan. Disamping itu, melalui kegiatan ini diharapkan kekompakan kelompok Murya maupun antar fasilitator lokal dapat terus terjalin dan meningkat sehingga pelaksanaan praktik perbaikan budidaya menuju pengelolaan sumberdaya berkelanjutan dapat tercapai dengan maksimal yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya yang lebih tahan lama.

1 komentar: