Capacity
building merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas,
dan responsivitas dari kinerja seseorang melalui beberapa program yang salah
satunya yaitu Aquaculture Improvement Program (AIP). AIP merupakan program perbaikan
perikanan budidaya yang dilakukan bersama masyarakat menuju pengelolaan
sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya perikanan
secara berkelanjutan harus melibatkan semua komponen masyarakat baik yang ada
di daerah maupun yang ada di pusat. Salah satu komponen masyarakat yang
diharapkan dapat membantu mewujudkan program ini yaitu adanya seorang
fasilitator lokal. Fasilitator lokal mempunyai peran yang penting dalam upaya
pendekatan terhadap para stackholder seperti
Dinas Kelautan dan Perikanan, Perusahaan, Perangkat Desa, Pembudidaya dan tokoh
masyarakat sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam
mengevaluasi kebijakan dan menjalankan keputusan-keputusan yang telah
ditetapkan. Selain itu, seorang fasilitaor harus memiliki kemampuan
memerdayakan dan menggerakan masyarakt, memiliki ketrampilan berbicara di depan
umum, dan mampu memfasilitasi semua jenis kegiatan yang akan dilaksanakan
sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Dalam upaya peningkatan kinerja
fasilitator tersebut, maka pihak WWF Indonesia berkolaborasi dengan mitra lokal
LPPSP Semarang untuk melakukan kegiatan capacity building yang tidak hanya untuk
kelompok Pembudidaya Ikan Bandeng MURYA tetapi juga kepada fasilitator lokal
AIP dan FIP. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 19-21
Agustus 2016 dengan peserta sebanyak 15 orang (6 honorer program aquaculture, 3
orang honorer capture, 1 orang honorer fisheries science, dan 5 orang staf
LPPSP Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap yaitu pertama dilakukan secara in class training di Hotel Star Semarang sedangkan tahap kedua kegiatan
out bound yang dilakukan di lapangan
Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu Jateng. Materi yang diberikan secara in class meliputi Pemberdayaan Masyarakat,
Teknis PRA, teknik fasilitasi partisipatif, peran fasilitator, public speaking
dan teknik pelaporan. Pemateri dalam kegiatan ini yaitu dari tim LPPSP Semarang
(DR. Indra Kertati M.Si, Dr Fadli Rizal Makarim, Drs Harsoyo M.Si). Sedangkan
materi yang diberikan saat out bound yaitu berupa beberapa permainan yang
masing-masing meiliki makna tersendiri. Permainan tersebut meliputi warming up,
mencari bendera, mengelola sumberdaya, memindahkan botol air dan bola, hulahop,
roda tank, tembak-tembakan, Kata bersambung, dan Evaluasi.
Hasil yang
diharapkan dari kegiatan ini yaitu bertambahnya kinerja, pengetahuan dan
pengalaman fasilitator lokal WWF-ID dalam melakukan pengorganisasian kelompok,
mediasi kelompok, dan advokasi ke stakeholder, serta menambah pengalaman
fasilitator lokal dalam melakukan
kegiatan capacity building untuk kelompok dampingan. Disamping itu, melalui
kegiatan ini diharapkan kekompakan kelompok Murya maupun antar fasilitator
lokal dapat terus terjalin dan meningkat sehingga pelaksanaan praktik perbaikan
budidaya menuju pengelolaan sumberdaya berkelanjutan dapat tercapai dengan
maksimal yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas
sumberdaya yang lebih tahan lama.
ijin copy kak makasih yah
BalasHapuslogo danone aqua