Selasa, 22 Juli 2014

umur ikan

PENDUGAAN UMUR IKAN MELALUI TANDA-TANDA TAHUNAN PADA TULANG PUNGGUNG (Vertebrae)


Di Susun Oleh:
I Komang Dianto
(1214521014)

Sebagai Tugas Mata Kuliah Biologi Perikanan
Dosen Pengampu      : Ni Made Ernawati S. Kel, M. Si


PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014


PENDUGAAN UMUR IKAN MELALUI TANDA-TANDA TAHUNAN PADA TULANG PUNGGUNG (Vertebrae)

Oleh :
I Komang Dianto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
Fakultas Kelautan dan Perikanan

ABSTRAK
Ikan memiliki nilai penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem di perairan sehingga diperlukan adanya berbagai penelitian mengenai umur ikan. Dengan mengetahui umur ikan informasi mengenai siklus hidup dapat diketahui dengan baik. Penentuan umur ikan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung. Salah satu metode yang umum dipakai yaitu metode dengan menggunakan tanda tahunan yang merupakan bagian dari metode secara tidak langsung seperti melalui tulang punggung (vertebrae) karena perlakuannya lebih sederhana. Pada tulang belakang tanda-tanda tahunan yang umum digunakan yaitu melalui tulang punggung yang terletak di atas rongga perut, dimana tanda tersebut berupa tonjolan sperti cincin yg mengelilingi centrum tulang punggung yang berwarna berwarna jernih agak hitam.

Kata Kunci: Ikan, tanda-tanda tahunan, vertebrae

PENDAHULUAN
Salah satu usaha yang dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan perikanan adalah dengan melakukan penelitian tentang umur ikan, dimana penelitian ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bidang biologi perikanan (Effendie, 1995). Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan ikan sejak individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian, baik kematian secara alami ataupun dikarenakan faktor-faktor lain (Manda et al, 2009).
Menurut Raharjo (1980) dalam Reni (2008), Ikan adalah  hewan bertulang belakang yang berdarah dingin, hidup di air, pergerakan dan keseimbangan tubuhnya menggunakan sirip dan bernafas dengan insang. Ikan memiliki nilai penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem di perairan. Umur ikan memberikan informasi mengenai lama hidup, umur saat matang gonad, umur saat migrasi ke laut dan kembali ke air tawar (estuari) dan umur ketika mereka direkrut dalam perikanan (Suharti, 2002). Dengan mengetahui umur ikan dan komposisi jumlahnya yang ada atau berhasil hidup dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan reproduksi, dan bila umur ikan diketahui dengan tepat maka analisa pertumbuhan ikan dapat dilakukan dengan baik (Effendie, 1979).
Pembacaan umur adalah suatu pengetahuan yang cukup menarik dalam bidang perikanan terutama pembacaan umur pada spesies-spesies ikan yang hidup secara alami diperairan umum. Karena kita tidak mengetahui pasti kapan suatu individu ikan  itu menetas dari telur, yang dapat kita ketahui adalah beberapa ukuran panjang tubuh individi ikan itu ketika  tertangkap oleh nelayan. Lain halnya dengan spesies ikan yang  dibudidayakan kita mengetahi berapa lama individu ikan tersebut telah dipelihara dan kalau kita ingin melacak lebih lanjut kitadapat mengetahui kapan ikan itu menetas dari telurnya. Penelitian tentang umur ikan yang berasal dari perairan sudah dilakukan sekitar 100 tahun yang lalu (Dinas perikanan kabupaten bengkalis,1997). Penentuan umur suatu individu ikan dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu : (1) Cara langsung, cara ini hanya dapat dilakukan pada individu spesies ikan budidaya, (2) Cara tidak langsung yaitu pada individu spesies ikan yang masih hidup diperairan alami. Penentuan umur ikan secara tidak langsung dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu : (1) Dengan mempelajari tanda-tanda tahunan (Annulus) atau harian (Sirkulus) pada bagian-bagian tubuh yang keras, (2) Metoda prekuensi panjang (metoda petersen) yaitu melalui pengukuran panjang tubuh ikan, metoda ini biasanya diterapkan pada individu-individu spesies ikan yang hidup didaerah tropis (Pulungan, 2006).
 Bagian tubuh lain yang dipakai untuk menentukan umur ikan ialah tulang operculum (bagian tutup insang), batu telinga (otolith), vertebrate (tulang punggung) dan jari-jari keras sirip punggung.  Bagian-bagian tubuh ini dipakai terutama untuk ikan yang tidak mempunyai sisik seperti golongan ikan lele, baung dan sebagainya, misalnya kerena musim dingin, kekurangan makanan atau factor lain, maka selain pada sisik tanda kelambatan pertumbuhan akan tercatatat pula pada bagian tubuh tersebut diatas (Dinas perikanan kabupaten bengkalis,1997). Dengan diketahuinya umur suatu individu ikan dari suatu spesies ikan maka kita akan dapat mengetahui pada umur berapa pertama kali ikan belajar mencari makan sendiri di alam, mencari makanan sesuai dengan kebiasaan kedua induknya, dan kapan ikan tersebut matang gonad (Yuniarti, 2000).
Tujuan dari penulisan ini ialah pendugaan umur ikan dengan mempelajari tanda-tanda tahunan, yaitu perkembangan annulus pada tulang punggung ikan sejak awal ikan menetas. Dalam penulisan ini menggunakan metode studi literatur, yaitu pengumpulan data yang berkaitan dengan materi ini bersumber dari berbagai buku, artikel, jurnal serta melaui internet.



PEMBAHASAN
1.        Metode Pendugaan Umur Ikan
Metode yang digunakan dalam pendugaan umur ikan dalam tulisan ini yaitu metode penentuan umur berdasarkan tanda tahunan pada bagian tubuh yang keras biasanya dilakukan pada daerah subtropis (4 musim). Karena ikan-ikan yang hidup didaerah subtropis sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungannya, dimana pada musim dingin pertumbuhan tubuh ikan hampir terhenti atau lambat sama sekali. Sehingga mempengaruhi pertumbuhan pada sisik (squama), vertebrae, tulang, operculum, duri sirip dan tulang otolith yang menyebabkan terbentuknya susunan sirkulasi yang sangat rapat dan akhirnya membentuk annulus (Effendie, 1997).
Pada ikan di daerah tropis walaupun mengalami hidup di dua musim, kenyataannya suhu lingkungan sekitar tidak begitu mempengaruhi pertumbuhan sirkulasi pada bagian tubuh yang keras. Jadi tanda tahunan dari hasil susunan sirkuli yang rapat tidak begitu nyata bentuknya (Effendie, 1997).
2.        Pendugaan Umur Melalui Tulang Punggung
Tulang punggung atau  vertebrae  adalah  tulang  tak beraturan yang membentuk punggung yang mudah digerakkan. tulang belakang pada ikan memiliki fungsi yaitu sebagai pemberi dan penunjang bentuk tubuh serta sebagai alat gerak pasif (Crenshaw, 1994).
Menurut  Quinn dan Deriso (1999) Pada segmen tubuh ikan ada yang memiliki satu os vertebrae (monospondylus dan ada pula yang memiliki dua os vertebrae seperti pada Elasmobranchi. Pada saat embryonic, tulang belakang ikan berasal dari sclerotome yang terletak di sekeliling notochord dan batang syaraf. Setiap pasangan sclerotome berdiferensiasi dan mengalami spesialisasi membentuk empat pasang arcualia yang terletak di dorsal dan ventral notochorda. Dua pasang di dorsal, masing – masing adalah basidorsal yang terletak di cranial dan interdorsal yang terletak di caudal. Seperti halnya bagian dorsal, bagian ventral juga terdiri atas basiventral di cranial dan iterventral di caudal. Basidorsal selanjutnya membentuk archus neuralis dan basiventral membentuk archus hemalis. Bagian tengah os vertebrae disebut centrum vertebralis (corpus vertebralis). Bagian dorsal centrum menonjol berbentuk taji tajam disebut spina neuralis. Distal spina berbatasan dengan centrum membentuk lengkungan disebut archus neuralis sehingga membentuk  lubang. Deretan os vertebrae selanjutnya, akan membentuk saluran pada bagian dorsal centrum disebut canalis neuralis. Canalis neuralis sebagai pelindung bagi corda spinalis (sumsum tulang). Ventral centrum vertebrae menonjol, terutama pada vertebrae thoracalis, disebut processus transversus lateralis yang mengadakan persendian dengan os costae. Pada bagian ekor, processus transversus lateralis pertama (os vertebrae caudalis I) mengalami fusi membentuk canalis hemalis. Pada canalis hemalis mengalir buluh darah axialis. Tepi – tepi canalis dibatasi suatu lengkungan disebut archus hemalis. Os vertebrae caudalis II dan seterusnya, fusi processus tranversus lateralis membentuk taji tajam disebut spina hemalis

Gambar 1. Bagian-bagian vertebrae
Pertumbuhan ikan secara keseluruhan terjadi sejalan dengan perkembangan bagian tulang
punggung (Kruse et al.,1993). Proses perkembangan bagian tulang belakang dapat dilihat pada bagian depan atau bagian belakang tiap-tiap ruas tulang. Pada ikan teleostei terdapat dua bagian vertebrae yang berbeda yaitu vertebrae bagian badan dan vertebrae bagian ekor. Vertebrae badan memiliki tulang rusuk tetapi pada caudal tidak. Pendugaan umur ikan ikan yang umum digunakan yaitu melalui tulang punggung yang terletak di atas rongga perut (Zymonas et al., 2009).
Gambar 2. Vertebrae Teleostei bagian abdominal dan caudal

3.        Tahapan penentuan umur ikan melalui tulang punggung
Penentuan umur ikan pada tulang punggung menurut Musk (2006) secara sederhana melalui tahap persiapan seperti dalam gambar dibawah ini :
Untuk menentukan umur ikan dengan menggunakan tulang belakang, langkah awal yang dilakukan yaitu pemilihan pengambilan tulang punggung dari tubuh ikan. Tulang punggung diambil dengan cara membunuh ikan dengan cara memotong badan ikan sehingga rangka tulang belakang ikan kelihatan dengan jelas. Tulang punggung yang umum digunakan melalui tulang punggung yang terletak di atas rongga perut (Zymonas et al., 2009). Setelah didapatkan bagian tulang punggung, bersihkan urat-urat daging, pembuluh darah & syarafnya, kemudian ditaruh pada cairan sintetik (resin). Kemudian dilakukan pembelahan dan dibersihkan serta terakhir dilakukan pengamatan di bawah cahaya yang ditransmisikan atau dipantulkan. Tanda tahunan yang diamati dan dibaca yaitu tanda yang berupa tonjolan sperti cincin yg mengelilingi centrum tulang punggung, berwarna lebih jernih agak hitam.
Gambar 4. Annual rings in the vertebra of a known-age porbeagle shark. The arrowhead points to the birth ring.  The subsequent rings indicate that this shark was 4 years old
  
SIMPULAN
            Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan dari uraian pembahasan dalam  atau pendugaan umur ikan yan telah dilakukan adalah Ikan memiliki nilai penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem di perairan sehingga perlu dilakukan berbagai penelitian pembacaan umur ikan. Dengan mengetahui umur ikan informasi mengenai lama hidup, umur saat matang gonad, umur saat migrasi ke laut dan kembali ke air tawar (estuari) dan umur ketika mereka direkrut dalam perikanan serta komposisi jumlahnya yang ada atau berhasil hidup dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan reproduksi, dan bila umur ikan diketahui dengan tepat maka analisa pertumbuhan ikan dapat dilakukan dengan baik.
Penentuan umur suatu individu ikan dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu Cara langsung yang dilakukan pada individu spesies ikan budidaya, dan cara tidak langsung pada individu spesies ikan yang masih hidup diperairan alami. Penentuan umur ikan secara tidak langsung dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu : dengan mempelajari tanda-tanda tahunan (Annulus) atau harian (Sirkulus) pada bagian-bagian tubuh yang keras, dan metode prekuensi panjang (metoda petersen) melalui pengukuran panjang tubuh ikan yang biasanya diterapkan pada individu-individu spesies ikan yang hidup didaerah tropis. Metode yang sering digunakan adalah metode dengan menggunakan tanda tahunan seperti dalam pembahasan ini melalui tulang punggung (vertebrae) karena perlakuannya lebih sederhana. Pada tulang belakang tanda-tanda tahunan yang dilihat yaitu tonjolan sperti cincin yg mengelilingi centrum tulang punggung yang berwarna berwarna lebih jernih agak hitam yang biasanya menunjukan tingkatan umur pertahun dari masing-masing spesies pada masing-masing tonjolan.



DAFTAR PUSTAKA
Crenshaw, Neil. 1994. Fins and Scales. Florida 4-H, Marine Education Spesialist. University of Florida, Gainesville.
Dinas perikanan kabupaten bengkalis.1997.Kebijaksanaan umum tentang perikanan dankelautan. Bengkalis.
Efeendie. M.I. D.J. Sjafei.; M.Raharjo; R.Affandi dan Sulistiono., 1979. Ichthyology. Bogor. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor.
Effendie. M.I. 1979. Metode biologi perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 112 h
Effendie. M.I. 1995. Metode biologi perikanan. Yayasan Dwi Sri, Bogor. 122 hal.
Kruse, C. G. et al.,1993. Comparison Of Otolith and Scale Age Characteristic For Black Crappies From South Dakota Waters. North American Journal Of Fisheries Management, 13:856-858. Department Of Wildlife and Fisheries Sciences. South Dakota State University, Brookings, South Dakota 57007, USA.
Ricker, W.E. 1975. Computation and inter-pretation of biological statistics of fish populations. Bull. Of Fish. Research Board of Canada 191.
Lux, Fred E., 1971. Age Determination Of Fishes. U. S. Fish and Wildlife Service. Woods Hole, Massachusetts
Manda, et al. 2013. Penuntun Praktikum Ichthyology. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru
Musk R.S., Britton J.R., Axford S.N. 2006. The effect of subjective fish scale ageing on growth and recruitment analyses: a case study from the UK. Acta Ichthyol. Piscat. 36 (1): 81.84.
Pulungan. et al., 2006. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.Pekan Baru :Unri Riau.
Quinn, TJ, II and RB Deriso. , 1999. Quantitative Fish Dynamics. Oxford University Press, New York.
Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Ricker, W.E. 1975. Computation and inter-pretation of biological statistics of fish populations. Bull. Of Fish. Research Board of Canada 191.
Shearer, W. M., 1992. Atlantic Salmon Scale Reading Guidlines. ICES Coorperative Research. International Council For The Exploration Of The Sea, Palagade 2-4, Copenhagen K, Denmark.
Suharti, Sasanti R. 2002. Menentukan Umur Ikan Melaui Mikrostruktur Otolit. Oseana, Volume XXVII, Nomor 1, 2002 : 1-8
Zymonas, N. D & McMahon, T. E., 2009. Comparison of pelvic fin rays, scales and otoliths for estimating age and growth of bull trout, Salvelinus confluentus. Fisheries Management and Ecology, Vol. 16, Pg. 155-164.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar