PENDUGAAN UMUR IKAN MELALUI TANDA-TANDA TAHUNAN PADA
TULANG PUNGGUNG (Vertebrae)
Di Susun Oleh:
I Komang Dianto
I Komang Dianto
(1214521014)
Sebagai Tugas Mata
Kuliah Biologi Perikanan
Dosen Pengampu : Ni Made Ernawati S. Kel, M. Si
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS KELAUTAN DAN
PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014
PENDUGAAN UMUR IKAN MELALUI TANDA-TANDA TAHUNAN PADA
TULANG PUNGGUNG (Vertebrae)
Oleh :
I Komang Dianto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
Fakultas Kelautan dan Perikanan
ABSTRAK
Ikan memiliki
nilai penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem di perairan sehingga diperlukan adanya berbagai penelitian mengenai umur ikan. Dengan mengetahui umur ikan informasi mengenai siklus hidup dapat diketahui dengan baik. Penentuan umur ikan dapat
dilakukan dengan dua metode yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung.
Salah satu metode yang umum dipakai yaitu metode dengan menggunakan tanda tahunan yang merupakan bagian dari
metode secara tidak langsung seperti melalui tulang punggung (vertebrae)
karena perlakuannya lebih
sederhana. Pada tulang belakang tanda-tanda tahunan yang umum digunakan yaitu melalui tulang
punggung yang terletak di atas rongga perut, dimana tanda tersebut berupa tonjolan sperti cincin yg
mengelilingi centrum tulang punggung yang berwarna berwarna jernih agak hitam.
Kata Kunci: Ikan, tanda-tanda tahunan, vertebrae
PENDAHULUAN
Salah satu usaha yang
dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan perikanan adalah dengan melakukan
penelitian tentang umur ikan, dimana penelitian ini merupakan sesuatu yang
sangat penting dalam bidang biologi perikanan (Effendie,
1995). Biologi perikanan
adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan ikan sejak individu ikan
tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi,
dan akhirnya mengalami kematian, baik kematian secara alami ataupun dikarenakan
faktor-faktor lain (Manda et
al, 2009).
Menurut Raharjo (1980) dalam Reni (2008), Ikan adalah hewan bertulang belakang yang berdarah
dingin, hidup di air, pergerakan dan keseimbangan tubuhnya menggunakan sirip
dan bernafas dengan insang. Ikan memiliki nilai
penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem di perairan. Umur
ikan memberikan informasi mengenai lama hidup, umur saat matang gonad, umur
saat migrasi ke laut dan kembali ke air tawar (estuari) dan umur ketika mereka
direkrut dalam perikanan (Suharti, 2002). Dengan mengetahui umur ikan dan komposisi jumlahnya yang ada atau
berhasil hidup dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan reproduksi, dan bila
umur ikan diketahui dengan tepat maka analisa pertumbuhan ikan dapat dilakukan
dengan baik (Effendie, 1979).
Pembacaan umur adalah suatu pengetahuan yang cukup menarik dalam bidang
perikanan terutama pembacaan umur pada spesies-spesies ikan yang hidup secara
alami diperairan umum. Karena kita tidak mengetahui pasti kapan suatu individu
ikan itu menetas dari telur, yang dapat kita ketahui adalah beberapa
ukuran panjang tubuh individi ikan itu ketika tertangkap oleh nelayan.
Lain halnya dengan spesies ikan yang dibudidayakan kita mengetahi berapa
lama individu ikan tersebut telah dipelihara dan kalau kita ingin melacak lebih
lanjut kitadapat mengetahui kapan ikan itu menetas dari telurnya. Penelitian tentang umur ikan yang berasal dari perairan sudah dilakukan
sekitar 100 tahun yang lalu (Dinas perikanan kabupaten bengkalis,1997). Penentuan umur suatu individu ikan dapat dilakukan melalui 2 cara
yaitu : (1) Cara langsung, cara ini hanya dapat dilakukan pada individu spesies
ikan budidaya, (2) Cara tidak langsung yaitu pada individu spesies ikan yang
masih hidup diperairan alami. Penentuan umur ikan secara tidak langsung dapat
dilakukan melalui 2 cara yaitu : (1) Dengan mempelajari tanda-tanda tahunan (Annulus) atau harian (Sirkulus) pada bagian-bagian tubuh yang
keras, (2) Metoda prekuensi panjang (metoda petersen) yaitu melalui pengukuran
panjang tubuh ikan, metoda ini biasanya diterapkan pada individu-individu
spesies ikan yang hidup didaerah tropis (Pulungan, 2006).
Bagian tubuh
lain yang dipakai untuk menentukan umur ikan ialah tulang operculum (bagian
tutup insang), batu telinga (otolith),
vertebrate (tulang punggung) dan
jari-jari keras sirip punggung. Bagian-bagian tubuh ini dipakai terutama untuk ikan yang tidak mempunyai
sisik seperti golongan ikan lele, baung dan sebagainya, misalnya kerena musim
dingin, kekurangan makanan atau factor lain, maka selain pada sisik tanda
kelambatan pertumbuhan akan tercatatat pula pada bagian tubuh tersebut diatas
(Dinas perikanan kabupaten bengkalis,1997). Dengan diketahuinya umur suatu individu ikan dari suatu spesies ikan maka
kita akan dapat mengetahui pada umur berapa pertama kali ikan belajar mencari
makan sendiri di alam, mencari makanan sesuai dengan kebiasaan kedua induknya,
dan kapan ikan tersebut matang gonad (Yuniarti, 2000).
Tujuan dari penulisan ini ialah pendugaan umur ikan dengan
mempelajari tanda-tanda tahunan, yaitu perkembangan annulus pada tulang punggung ikan sejak awal
ikan menetas. Dalam penulisan ini menggunakan metode studi literatur, yaitu pengumpulan data yang berkaitan dengan materi ini bersumber dari berbagai
buku, artikel, jurnal serta melaui internet.
PEMBAHASAN
1.
Metode Pendugaan Umur Ikan
Metode yang digunakan dalam
pendugaan umur ikan dalam tulisan ini yaitu metode penentuan umur berdasarkan
tanda tahunan pada bagian tubuh yang keras biasanya
dilakukan pada daerah subtropis (4 musim). Karena ikan-ikan yang hidup didaerah
subtropis sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungannya, dimana pada musim dingin
pertumbuhan tubuh ikan hampir terhenti atau lambat sama sekali.
Sehingga mempengaruhi pertumbuhan pada sisik (squama), vertebrae, tulang,
operculum, duri sirip dan tulang otolith yang menyebabkan terbentuknya susunan
sirkulasi yang sangat rapat dan akhirnya membentuk annulus (Effendie, 1997).
Pada ikan di daerah tropis walaupun
mengalami hidup di dua musim, kenyataannya suhu lingkungan sekitar tidak
begitu mempengaruhi pertumbuhan sirkulasi pada bagian tubuh yang keras. Jadi tanda
tahunan dari hasil susunan sirkuli yang rapat tidak begitu nyata bentuknya (Effendie,
1997).
2.
Pendugaan Umur Melalui Tulang Punggung
Tulang punggung atau vertebrae adalah tulang tak
beraturan yang membentuk punggung yang
mudah digerakkan. tulang belakang pada ikan memiliki fungsi yaitu sebagai
pemberi dan penunjang bentuk tubuh serta sebagai alat gerak pasif (Crenshaw, 1994).
Menurut Quinn dan Deriso (1999) Pada
segmen tubuh ikan ada yang memiliki satu os vertebrae (monospondylus dan ada
pula yang memiliki dua os vertebrae seperti pada Elasmobranchi. Pada saat embryonic,
tulang belakang ikan berasal dari sclerotome yang terletak di sekeliling
notochord dan batang syaraf. Setiap pasangan sclerotome berdiferensiasi dan
mengalami spesialisasi membentuk empat pasang arcualia yang terletak di dorsal
dan ventral notochorda. Dua pasang di dorsal, masing – masing adalah basidorsal
yang terletak di cranial dan interdorsal yang terletak di caudal. Seperti halnya
bagian dorsal, bagian ventral juga terdiri atas basiventral di cranial dan
iterventral di caudal. Basidorsal selanjutnya membentuk archus neuralis dan
basiventral membentuk archus hemalis. Bagian tengah os vertebrae disebut
centrum vertebralis (corpus vertebralis). Bagian dorsal centrum menonjol berbentuk taji tajam
disebut spina neuralis. Distal spina berbatasan dengan centrum membentuk
lengkungan disebut archus neuralis sehingga membentuk lubang. Deretan os
vertebrae selanjutnya, akan membentuk saluran pada bagian dorsal centrum disebut
canalis neuralis. Canalis neuralis sebagai pelindung bagi corda spinalis
(sumsum tulang). Ventral
centrum vertebrae menonjol, terutama pada vertebrae thoracalis, disebut
processus transversus lateralis yang mengadakan persendian dengan os costae.
Pada bagian ekor, processus transversus lateralis pertama (os vertebrae
caudalis I) mengalami fusi membentuk canalis hemalis. Pada canalis hemalis
mengalir buluh darah axialis. Tepi – tepi canalis dibatasi suatu lengkungan
disebut archus hemalis. Os vertebrae caudalis II dan seterusnya, fusi processus
tranversus lateralis membentuk taji tajam disebut spina hemalis
Gambar 1. Bagian-bagian vertebrae
Pertumbuhan ikan secara keseluruhan terjadi
sejalan dengan perkembangan bagian tulang
punggung (Kruse et al.,1993). Proses perkembangan bagian tulang belakang dapat dilihat pada bagian depan atau bagian belakang tiap-tiap ruas tulang. Pada ikan teleostei terdapat dua bagian vertebrae yang berbeda yaitu vertebrae bagian badan dan vertebrae bagian ekor. Vertebrae badan memiliki tulang rusuk tetapi pada caudal tidak. Pendugaan umur ikan ikan yang umum digunakan yaitu melalui tulang punggung yang terletak di atas rongga perut (Zymonas et al., 2009).
punggung (Kruse et al.,1993). Proses perkembangan bagian tulang belakang dapat dilihat pada bagian depan atau bagian belakang tiap-tiap ruas tulang. Pada ikan teleostei terdapat dua bagian vertebrae yang berbeda yaitu vertebrae bagian badan dan vertebrae bagian ekor. Vertebrae badan memiliki tulang rusuk tetapi pada caudal tidak. Pendugaan umur ikan ikan yang umum digunakan yaitu melalui tulang punggung yang terletak di atas rongga perut (Zymonas et al., 2009).
Gambar 2.
Vertebrae Teleostei bagian abdominal dan caudal
3.
Tahapan penentuan umur ikan
melalui tulang punggung
Penentuan umur ikan pada
tulang punggung menurut Musk
(2006) secara sederhana melalui tahap persiapan seperti dalam gambar dibawah
ini :
Untuk menentukan umur ikan dengan menggunakan tulang belakang, langkah awal yang dilakukan yaitu pemilihan pengambilan
tulang punggung dari
tubuh ikan. Tulang
punggung diambil dengan cara membunuh ikan dengan cara memotong badan ikan sehingga rangka tulang belakang ikan kelihatan
dengan jelas. Tulang punggung yang umum
digunakan melalui tulang
punggung yang terletak di atas rongga perut (Zymonas et
al.,
2009). Setelah didapatkan bagian tulang punggung, bersihkan urat-urat
daging, pembuluh darah & syarafnya,
kemudian ditaruh pada cairan sintetik (resin). Kemudian dilakukan pembelahan
dan dibersihkan serta terakhir dilakukan pengamatan di bawah cahaya yang ditransmisikan atau
dipantulkan. Tanda tahunan yang diamati dan dibaca yaitu tanda yang berupa tonjolan sperti cincin yg
mengelilingi centrum tulang punggung, berwarna lebih
jernih agak hitam.
Gambar 4. Annual rings in the
vertebra of a known-age porbeagle shark. The arrowhead points to the birth
ring. The subsequent rings indicate that this shark was 4 years old
SIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan dari uraian pembahasan
dalam atau pendugaan umur ikan yan telah dilakukan adalah Ikan memiliki nilai
penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem di perairan sehingga perlu dilakukan berbagai penelitian pembacaan
umur ikan. Dengan
mengetahui umur ikan informasi mengenai lama
hidup, umur saat matang gonad, umur saat migrasi ke laut dan kembali ke air
tawar (estuari) dan umur ketika mereka direkrut dalam perikanan serta komposisi
jumlahnya yang ada atau berhasil hidup dapat diketahui keberhasilan atau
kegagalan reproduksi, dan bila umur ikan diketahui dengan tepat maka analisa
pertumbuhan ikan dapat dilakukan dengan baik.
Penentuan umur suatu individu ikan dapat dilakukan
melalui 2 cara yaitu Cara langsung yang dilakukan pada individu
spesies ikan budidaya, dan cara tidak langsung pada
individu spesies ikan yang masih hidup diperairan alami. Penentuan umur ikan
secara tidak langsung dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu : dengan mempelajari
tanda-tanda tahunan (Annulus) atau
harian (Sirkulus) pada bagian-bagian
tubuh yang keras, dan metode prekuensi panjang (metoda
petersen) melalui pengukuran panjang tubuh ikan yang biasanya diterapkan pada
individu-individu spesies ikan yang hidup didaerah tropis. Metode yang sering digunakan
adalah metode dengan
menggunakan tanda tahunan seperti dalam pembahasan ini melalui
tulang punggung (vertebrae) karena perlakuannya lebih
sederhana. Pada tulang belakang tanda-tanda tahunan yang dilihat yaitu tonjolan sperti cincin yg
mengelilingi centrum tulang punggung yang berwarna berwarna lebih jernih
agak hitam
yang biasanya menunjukan tingkatan umur pertahun dari masing-masing spesies
pada masing-masing tonjolan.
DAFTAR PUSTAKA
Crenshaw, Neil. 1994. Fins and Scales.
Florida 4-H, Marine Education Spesialist. University of Florida, Gainesville.
Dinas perikanan kabupaten
bengkalis.1997.Kebijaksanaan umum tentang perikanan dankelautan.
Bengkalis.
Efeendie. M.I. D.J. Sjafei.; M.Raharjo; R.Affandi dan Sulistiono., 1979. Ichthyology. Bogor. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor.
Effendie. M.I. 1979. Metode biologi
perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 112 h
Effendie. M.I. 1995. Metode biologi perikanan.
Yayasan Dwi Sri, Bogor. 122 hal.
Kruse, C. G. et al.,1993. Comparison Of Otolith and
Scale Age Characteristic For Black Crappies From South Dakota Waters. North
American Journal Of Fisheries Management, 13:856-858. Department Of Wildlife
and Fisheries Sciences. South Dakota State University, Brookings, South Dakota
57007, USA.
Ricker, W.E. 1975. Computation and
inter-pretation of biological statistics of fish populations. Bull. Of Fish.
Research Board of Canada 191.
Lux, Fred E., 1971. Age Determination Of
Fishes. U. S. Fish and Wildlife Service. Woods Hole, Massachusetts
Manda, et al. 2013. Penuntun Praktikum Ichthyology.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru
Musk R.S., Britton J.R., Axford S.N. 2006. The
effect of subjective fish scale ageing on growth and recruitment analyses: a
case study from the UK. Acta Ichthyol. Piscat. 36 (1): 81.84.
Pulungan. et al., 2006. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan.Pekan Baru :Unri Riau.
Quinn,
TJ, II and RB Deriso. , 1999. Quantitative Fish Dynamics. Oxford University Press, New
York.
Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi.
Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor,
Bogor.
Ricker, W.E. 1975. Computation and
inter-pretation of biological statistics of fish populations. Bull. Of Fish.
Research Board of Canada 191.
Shearer, W. M., 1992. Atlantic Salmon
Scale Reading Guidlines. ICES Coorperative Research. International Council For
The Exploration Of The Sea, Palagade 2-4, Copenhagen K, Denmark.
Suharti, Sasanti R. 2002. Menentukan
Umur Ikan Melaui Mikrostruktur Otolit. Oseana, Volume XXVII, Nomor 1, 2002 :
1-8
Zymonas, N. D & McMahon, T. E.,
2009. Comparison of
pelvic fin rays, scales and otoliths for estimating age and growth of bull
trout, Salvelinus confluentus. Fisheries Management and Ecology, Vol. 16, Pg.
155-164.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar